CNEWS | Deli Serdang, Sumatera Utara — Rabu, 4 Maret 2026. Persoalan sampah di wilayah strategis jalur alternatif menuju Bandara kembali menjadi sorotan. Kepala Seksi (Kasi) Kebersihan Kecamatan Tanjung Morawa, Darma Manalu, turun langsung meninjau tumpukan sampah di Desa Buntu Bedimbar, Jalan Sultan Serdang, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.
Baru satu bulan menjabat sebagai Kasi Kebersihan, Darma Manalu menegaskan komitmennya untuk membenahi persoalan sampah yang dinilai sudah mengkhawatirkan dan mencoreng wajah daerah.
“Kami menghimbau khususnya masyarakat Desa Buntu Bedimbar agar peduli lingkungan, menjaga kebersihan desa, serta sadar pentingnya hidup sehat dan ramah lingkungan,” tegas Darma saat diwawancarai di lokasi.
Jalur Strategis Menuju Bandara Jadi Titik Kritis
Desa Buntu Bedimbar berada di jalur alternatif menuju Bandara Internasional Kualanamu, yang notabene menjadi pintu gerbang internasional Sumatera Utara. Ironisnya, di sepanjang ruas tertentu masih terlihat tumpukan sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan.
Padahal, di lokasi tersebut telah terpasang papan imbauan larangan membuang sampah. Namun, kesadaran sebagian warga dinilai masih rendah.
Kondisi ini bukan hanya persoalan kebersihan semata, tetapi juga menyangkut citra daerah dan kesehatan masyarakat.
Retribusi Sampah dan Sistem Karcis Akan Diterapkan
Darma Manalu menjelaskan bahwa pemerintah kecamatan akan memperkuat implementasi retribusi sampah sesuai Peraturan Daerah yang berlaku di Kabupaten Deli Serdang.
Rencana teknis yang akan diberlakukan antara lain:
Pemberlakuan sistem karcis sebagai bukti pembayaran retribusi.
Penjadwalan pengangkutan sampah langsung ke rumah-rumah warga.
Penempatan petugas kebersihan secara berkala di titik rawan.
Dengan sistem ini, warga tidak lagi memiliki alasan untuk membuang sampah sembarangan karena petugas akan datang langsung mengambil sampah rumah tangga.
Sweeping dan Efek Jera
Tidak berhenti pada imbauan, Pemerintah Kecamatan Tanjung Morawa memastikan akan melakukan sweeping di sejumlah titik rawan pembuangan liar.
Apabila ditemukan warga yang masih membandel, akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah tegas ini diambil mengingat persoalan sampah telah menjadi isu nasional, terutama di wilayah penyangga kota besar dan kawasan penopang infrastruktur vital seperti bandara internasional.
Masalah Bukan Hanya Pemerintah, Tapi Kesadaran Individu
Darma menekankan bahwa persoalan sampah bukan sepenuhnya tanggung jawab pemerintah. Kesadaran individu dan partisipasi masyarakat menjadi faktor utama.
Tanpa kepedulian kolektif, program kebersihan akan sulit berjalan maksimal meski regulasi telah tersedia.
“Ini kembali kepada individu masing-masing. Desa yang bersih adalah cerminan masyarakat yang beradab dan bertanggung jawab,” ujarnya. ( YN)
Catatan Redaksi
Permasalahan sampah di jalur menuju Bandara Kualanamu bukan hanya isu lokal, melainkan menyangkut wajah Sumatera Utara di mata nasional dan internasional. Ketegasan aparat kecamatan perlu diiringi pengawasan berkelanjutan serta transparansi pengelolaan retribusi agar kepercayaan publik tetap terjaga.
CNEWS akan terus memantau perkembangan kebijakan penertiban sampah di Tanjung Morawa dan dampaknya terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar.( YN)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar