Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Prabowo

Iklan Prabowo

Viral..!! Amarah Warga Meledak: Polsek Muara Batang Gadis Dibakar Usai Tahanan Narkoba Kabur, Kepercayaan Publik Runtuh

Senin, 22 Desember 2025 | Senin, Desember 22, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-21T18:37:10Z



CNews, MANDAILING NATAL, SUMATERA UTARA — Kepercayaan masyarakat terhadap aparat kepolisian di Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), resmi runtuh. Ratusan warga mengamuk dan membakar Mapolsek Muara Batang Gadis, Sabtu (20/12/2025), menyusul kabar kaburnya seorang terduga bandar narkoba yang sebelumnya ditangkap dan diserahkan langsung oleh warga.


Insiden tersebut menjadi puncak akumulasi kekecewaan mendalam masyarakat terhadap maraknya peredaran narkoba dan lemahnya penegakan hukum di wilayah pesisir Madina.




Warga Tangkap Bandar, Polisi Kehilangan Tahanan


Peristiwa bermula pada Jumat (19/12/2025) sekitar pukul 16.30 WIB. Ratusan warga Desa Singkuang—mayoritas ibu-ibu—menggerebek rumah Romadon (R), yang dikenal luas sebagai pengedar narkoba. Tanpa perlawanan berarti, R diamankan warga dan diserahkan langsung ke Polsek Muara Batang Gadis.



Namun, keesokan harinya, Sabtu dini hari sekitar pukul 05.00 WIB, kabar mengejutkan beredar luas: R tidak lagi berada di ruang tahanan Polsek. Informasi tersebut cepat menyebar melalui media sosial dan percakapan warga, memicu kecurigaan dan kemarahan massal.


“Warga menangkap, warga menyerahkan. Tapi pagi-pagi sudah di luar. Ini yang bikin masyarakat murka,” ujar Kepala Desa Singkuang, Sapiuddin Tampubolon, saat dikonfirmasi.


Klarifikasi Polisi Tak Redam Emosi Massa


Sekitar pukul 11.00 WIB, ratusan warga dari Desa Singkuang I dan II mendatangi Mapolsek Muara Batang Gadis untuk meminta penjelasan. Aparat kepolisian memberikan klarifikasi bahwa tidak ada praktik ‘tangkap-lepas’, melainkan tahanan melarikan diri.


Namun klarifikasi tersebut gagal meredam emosi massa. Warga menuding polisi lalai, tidak transparan, dan tidak serius memerangi narkoba. Situasi berubah anarkis. Batu beterbangan, kendaraan dinas dirusak dan digulingkan, sebelum akhirnya massa membakar bangunan utama Polsek.


Api melalap hampir seluruh bagian Mapolsek, termasuk sepeda motor dan mobil dinas. Aparat yang kalah jumlah memilih mengevakuasi diri demi keselamatan.


Polda Sumut: Tahanan Kabur, Bukan Dilepas


Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, membantah keras tudingan bahwa polisi melepas terduga bandar narkoba tersebut.


“Tidak benar ada praktik pelepasan. Berdasarkan fakta, yang bersangkutan diamankan pada Jumat sore dan kabur dari tempat penahanan pada Sabtu dini hari,” tegas Ferry dalam keterangan resminya.


Ia menambahkan, jajaran Polsek sempat melakukan pencarian ke Desa Singkuang II, namun hingga Sabtu siang keberadaan Romadon belum ditemukan.


Meski demikian, Ferry mengakui bahwa Polda Sumut sedang melakukan pemeriksaan internal terhadap personel Polsek Muara Batang Gadis, khususnya terkait kaburnya tahanan kasus narkotika tersebut.


“Ini Murni Amarah Warga”


Kepala Desa Singkuang menegaskan bahwa aksi pembakaran tersebut murni luapan emosi masyarakat, tanpa provokator.


“Peredaran narkoba di sini sudah lama meresahkan. Warga merasa laporan mereka selama ini tidak ditindak serius. Ini akumulasi kekecewaan,” kata Sapiuddin.


Kesaksian warga memperkuat pernyataan tersebut. Seorang ibu rumah tangga mengaku mereka sudah terlalu lama menahan marah.


“Anak-anak kami rusak karena narkoba. Kami tangkap sendiri pelakunya. Tapi hasilnya seperti ini. Kami sudah muak,” ujarnya dengan suara bergetar.


Krisis Kepercayaan di Akar Rumput


Polda Sumut telah mengerahkan tim gabungan Polres Madina dan Brimob untuk mengamankan lokasi, memburu tahanan kabur, serta mengidentifikasi pelaku pembakaran fasilitas negara.


Kapolres Mandailing Natal, AKBP Arie Paloh, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. Ia menyatakan insiden ini akan menjadi bahan evaluasi serius di tingkat Polres dan Polda.


Catatan Publik

Pembakaran Mapolsek Muara Batang Gadis bukan sekadar tindak pidana perusakan fasilitas negara. Peristiwa ini adalah alarm keras runtuhnya kepercayaan publik akibat dugaan kelalaian, lemahnya komunikasi, dan buruknya penanganan kejahatan narkotika.


Ketika masyarakat memilih menangkap bandar narkoba sendiri, dan kemudian mengamuk saat keadilan dirasa dikhianati, maka yang sesungguhnya terbakar bukan hanya bangunan Polsek — melainkan wibawa hukum dan legitimasi negara di mata rakyatnya.(Red/RI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update