-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Paskah

Iklan Paskah

Gempa Dangkal Guncang Deli Serdang, Warga Medan Waspada : BMKG Sebut Dipicu Sesar Aktif

Senin, 11 Mei 2026 | Senin, Mei 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-10T19:25:38Z


CNEWS , Medan — Ketika sebagian warga Kota Medan tengah menikmati suasana tenang Minggu siang, getaran tiba-tiba mengguncang sejumlah kawasan di ibu kota Sumatera Utara itu. Dalam hitungan detik, suasana berubah tegang. Seng rumah bergoyang, gelas bergetar, dan warga berhamburan keluar rumah karena panik.


Gempa bumi dangkal berkekuatan magnitudo 3,0 mengguncang wilayah Deli Serdang, Minggu (10/5/2026) pukul 13.24 WIB. Meski tidak tergolong besar, posisi pusat gempa yang sangat dangkal membuat getarannya terasa jelas hingga Medan Tembung, Deli Tua, dan beberapa kawasan padat penduduk lainnya di Kota Medan.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut dipicu aktivitas sesar aktif di wilayah Sumatera Utara. Episenter gempa berada sekitar 15 kilometer barat Deli Serdang pada koordinat 3,57 derajat Lintang Utara dan 98,74 derajat Bujur Timur dengan kedalaman hanya 8 kilometer.


Kepala Balai Besar BMKG Wilayah I, Hendro Nugroho, menegaskan karakter gempa dangkal membuat energi getaran lebih cepat mencapai permukaan sehingga terasa kuat meski magnitudo relatif kecil.


“Gempa termasuk jenis dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujar Hendro Nugroho dalam keterangan resminya.


Situasi mencekam sempat dirasakan warga di sejumlah titik Kota Medan. Banyak warga mengaku terkejut karena getaran datang mendadak tanpa suara maupun tanda sebelumnya. Beberapa warga memilih keluar rumah untuk memastikan kondisi bangunan aman.


Dani, warga Medan Tembung Pasar 11, mengatakan dirinya sempat panik setelah mendengar bunyi benda-benda kaca di rumahnya saat gempa berlangsung.


“Saya lihat gelas yang disusun tiba-tiba berbunyi karena getaran. Seng rumah juga terasa bergerak beberapa detik. Setelah itu getarannya hilang,” kata Dani kepada wartawan.


Di media sosial, laporan getaran langsung bermunculan hanya beberapa menit setelah gempa terjadi. Warga dari Medan, Deli Serdang, hingga kawasan sekitar mengaku merasakan getaran singkat yang cukup mengejutkan. Sebagian warga bahkan menyebut gempa terasa lebih jelas dibanding beberapa gempa kecil sebelumnya karena pusatnya dekat permukaan tanah.


BMKG mencatat intensitas gempa berada pada skala II Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada tingkat tersebut, getaran umumnya dirasakan sebagian orang di dalam rumah dan menyebabkan benda ringan bergoyang tanpa menimbulkan kerusakan serius.


Hingga Minggu sore, BMKG memastikan belum ditemukan laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Pemantauan seismik juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan.


“Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut,” tegas Hendro Nugroho.


BMKG turut mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing isu menyesatkan terkait potensi gempa besar susulan yang banyak beredar di media sosial setiap kali terjadi gempa bumi. Informasi resmi, menurut BMKG, hanya disampaikan melalui kanal resmi pemerintah dan lembaga pengawasan gempa nasional.


Peristiwa ini kembali menjadi alarm bahwa Sumatera Utara berada di kawasan dengan aktivitas tektonik tinggi. Jalur sesar aktif yang membentang di wilayah barat Indonesia membuat gempa dangkal dapat terjadi sewaktu-waktu dan terasa langsung di kawasan permukiman padat seperti Medan dan Deli Serdang.


Meski kali ini tidak menimbulkan kerusakan, getaran singkat Minggu siang meninggalkan rasa waspada bagi warga. Di balik cuaca cerah dan aktivitas normal Kota Medan, pergerakan sesar aktif di bawah tanah Sumatera terus berlangsung tanpa henti. ( RI) 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update