-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Aktivis Papua Kutuk Keras Pembakaran Pesawat PT AMA dan Penembakan Pilot Warga AS di Yahukimo: "Aksi Biadab yang Menghambat Kemanusiaan dan Pembangunan"

Jumat, 03 Juli 2026 | Jumat, Juli 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-03T15:26:14Z


CNEWS | Yahukimo, Papua Pegunungan – Aktivis Papua sekaligus Ketua LSM WGAB, Yerry Basri Mak, SH, MH, mengutuk keras aksi pembakaran pesawat perintis milik PT Air Mamberamo Aviation (AMA) dengan registrasi PK-RCY serta penembakan terhadap pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Gosselin, yang terjadi di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.


Menurut Yerry Basri Mak, peristiwa tersebut merupakan tindakan biadab yang tidak hanya merenggut nyawa seorang pilot sipil, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat pedalaman Papua yang selama ini sangat bergantung pada transportasi udara.


"Peristiwa ini sangat kami sesalkan dan kami kutuk keras. Pilot dan pesawat perintis datang ke pedalaman Papua untuk melayani kebutuhan masyarakat, membuka akses ekonomi, mengangkut logistik, dan membantu warga di daerah terpencil. Mengapa mereka justru menjadi korban kekerasan?" tegas Yerry kepada CNEWS, Jumat (3/7/2026).


Tujuh Penumpang Dilaporkan Selamat


Berdasarkan informasi yang diterima, pesawat PT AMA saat kejadian membawa tujuh penumpang warga sipil asli Papua. Seluruh penumpang dilaporkan selamat, namun pilot Nicholas F. Gosselin meninggal dunia akibat penembakan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).


Insiden tersebut kembali menambah daftar panjang serangan terhadap penerbangan sipil di Papua.


Serangan terhadap Penerbangan Sipil Berulang


Yerry mengingatkan bahwa sebelumnya pesawat perintis milik Smart Air dengan registrasi PK-SNR juga pernah menjadi sasaran serangan kelompok bersenjata di Lapangan Terbang Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.


Menurutnya, serangkaian serangan terhadap penerbangan sipil menunjukkan bahwa kelompok bersenjata telah mengancam jalur kemanusiaan dan pelayanan publik di wilayah pedalaman Papua.


"Pesawat perintis adalah urat nadi masyarakat pegunungan Papua. Jika penerbangan sipil terus menjadi sasaran, maka yang paling dirugikan adalah masyarakat Papua sendiri karena akses ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan distribusi kebutuhan pokok akan lumpuh," katanya.


Kritik Keras kepada Pemerintah


Yerry juga meminta pemerintah pusat dan aparat keamanan untuk mengambil langkah tegas guna menjamin keselamatan penerbangan sipil di Papua.


Ia menilai negara tidak boleh memberikan ruang bagi kelompok bersenjata yang terus melakukan aksi kekerasan dan menghambat pembangunan di Tanah Papua.


"Pemerintah tidak boleh memberi celah sedikit pun kepada kelompok bersenjata. Tindakan mereka bukan hanya mengancam keamanan, tetapi juga menghambat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua," ujarnya.


Yerry bahkan menyatakan bahwa apabila keselamatan penerbangan perintis tidak dapat dijamin, maka pemerintah harus melakukan evaluasi total terhadap operasional penerbangan di wilayah rawan konflik.


"Kalau pilot dan pesawat perintis terus menjadi korban keganasan kelompok bersenjata, maka perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap penerbangan perintis di Papua. Negara harus hadir memberikan perlindungan maksimal bagi para pilot dan masyarakat sipil," tegasnya

.

Desakan Investigasi Transparan


Aktivis Papua itu juga mendesak aparat keamanan untuk segera mengusut tuntas pelaku penembakan dan pembakaran pesawat PT AMA serta mengungkap motif di balik serangan tersebut.


Kasus ini diperkirakan akan mendapat perhatian luas, baik di tingkat nasional maupun internasional, mengingat korban yang meninggal dunia merupakan warga negara Amerika Serikat dan serangan terjadi terhadap penerbangan sipil yang melayani masyarakat di daerah terpencil Papua.


Peristiwa tragis di Yahukimo kembali menjadi pengingat bahwa keamanan penerbangan sipil di Papua masih menghadapi tantangan serius dan membutuhkan langkah konkret dari pemerintah untuk menjamin keselamatan masyarakat serta keberlangsungan pelayanan kemanusiaan di wilayah pedalaman. ( YBM)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update