Deli Serdang Disiapkan Menjadi Model Ketahanan Pangan Nasional dan Agrowisata Berkelanjutan
CNEWS DELI SERDANG,SUMATERA UTARA – Di tengah meningkatnya tantangan krisis pangan global, perubahan iklim, dan ketidakpastian rantai pasok dunia, langkah strategis dilakukan Komando Daerah Angkatan Laut I (KODAERAL I), PTPN I Regional I, dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dengan memulai pengembangan kawasan ketahanan pangan terpadu seluas sekitar 270 hektare di Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa.
Program yang ditandai dengan penanaman perdana pada Rabu (17/6/2026) tersebut tidak sekadar menjadi proyek pertanian biasa, melainkan bagian dari upaya memperkuat kedaulatan pangan nasional melalui pemanfaatan aset negara secara produktif, terukur, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan KODAERAL I, manajemen PTPN I Regional I, Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang, serta unsur Satuan Polisi Pamong Praja. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan menunjukkan kuatnya komitmen lintas sektor dalam membangun ketahanan pangan yang menjadi salah satu agenda prioritas nasional.
Kepala Dinas Penerangan KODAERAL I, Kolonel Eko C. Yudianto, menegaskan bahwa keterlibatan TNI Angkatan Laut dalam program ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
“Kami ingin memastikan aset negara dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Tahap awal akan difokuskan pada budidaya kedelai sebagai komoditas strategis, kemudian dilanjutkan dengan pengembangan padi, jagung, cabai, dan ubi sebagai bagian dari ekosistem pertanian terpadu,” ujar Kolonel Eko.
Menjawab Ancaman Krisis Pangan Global
Dalam beberapa tahun terakhir, isu ketahanan pangan menjadi perhatian utama dunia. Konflik geopolitik, perubahan iklim ekstrem, serta gangguan distribusi pangan internasional telah mendorong banyak negara memperkuat produksi domestik sebagai benteng menghadapi gejolak global.
Indonesia sebagai negara agraris dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa dituntut mampu menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Karena itu, pemanfaatan lahan tidur dan aset negara untuk sektor produktif dinilai sebagai langkah strategis yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional.
Pengembangan kawasan ketahanan pangan di Tanjung Morawa menjadi salah satu contoh konkret bagaimana sinergi antara institusi pertahanan, BUMN, dan pemerintah daerah dapat menghasilkan solusi nyata dalam menghadapi tantangan pangan masa depan.
Sinergi Negara untuk Kesejahteraan Masyarakat
Perwakilan Project Management Office (PMO) Aset PTPN I Regional I, Rahman, menyatakan bahwa kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, kawasan tersebut dirancang menjadi pusat pertanian modern yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus menjadi kawasan edukasi dan agrowisata yang bernilai ekonomi tinggi.
“Kolaborasi ini merupakan contoh pengelolaan aset negara yang produktif dan berkelanjutan. Ke depan, kawasan ini tidak hanya menjadi sentra pangan, tetapi juga destinasi agrowisata yang memberikan manfaat ekonomi dan edukasi bagi masyarakat,” ujarnya.
Didukung Regulasi Nasional
Program Ketahanan Pangan Terpadu ini memiliki landasan hukum yang kuat dan sejalan dengan berbagai kebijakan nasional, antara lain Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, serta Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Ketahanan Pangan dan Gizi.
Keberadaan regulasi tersebut menjadi fondasi penting untuk memastikan keberlanjutan program sekaligus memberikan kepastian hukum dalam pengelolaan kawasan pertanian strategis nasional.
Menuju Sentra Pangan Modern Sumatera Utara
Dengan luas lahan mencapai 270 hektare, kawasan Ketahanan Pangan Terpadu Limau Manis berpotensi menjadi salah satu pusat produksi pangan baru di Sumatera Utara. Jika dikelola secara optimal, kawasan ini dapat berkontribusi terhadap pengurangan ketergantungan impor komoditas tertentu, memperkuat pasokan pangan regional, serta mendukung target swasembada pangan nasional.
Lebih dari sekadar proyek pertanian, kolaborasi KODAERAL I, PTPN I Regional I, dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menjadi simbol hadirnya negara dalam memastikan ketahanan pangan tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global yang semakin kompleks.
Program ini sekaligus membuktikan bahwa sinergi antara sektor pertahanan, BUMN, dan pemerintah daerah dapat menjadi kekuatan strategis dalam membangun ekonomi rakyat, memperkuat ketahanan nasional, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Tim/Red)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar